Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2021

Allah Membenci Kalian dalam Tiga Perkara

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah meridai kalian jika kalian beribadah kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun, berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai dan setia kepada orang yang telah diserahi urusan kalian oleh Allah (pemimpin). Allah membenci kalian dalam tiga perkara, yaitu banyak bicara (menyampaikan perkataan tanpa mengetahui kepastian dan kebenarannya), banyak bertanya, dan menghamburkan harta." (HR Muslim).

Tidak Menyia-nyiakan Waktu Sebelum Datang Ajal

Ayat ini merupakan peringatan dari Allah Swt. kepada orang-orang yang kafir setelah sebelumnya beriman, kemudian bertambah kafir dan terus-menerus berada dalam kekafirannya sampai mati. Mereka tidak akan pernah diterima tobatnya ketika mati. Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar meriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra., ia berkata, "ada suatu kaum yang menyatakan masuk Islam, lalu mereka murtad kembali, kemudian memeluk Islam lagi dan setelah itu murtad lagi. Kemudian para sahabat mengirimkan utusan untuk menanyakan perihal mereka itu. Utusan mereka pun memeberitahukan hal itu kepada Rasulullah Saw., maka turunlah QS Ali 'Imran, 3: 90. Berdasar ayat ini, jelas bahwa barangsiapa menginggal dunia dalam keadaan kafir, kebaikannya tidak akan diterima oleh Allah Swt. selamanya meskipun ia telah menginfakkan emas sepenuh bumi. Nabi Saw. pernah ditanya mengenai Abdullah bin Jaz'an yang senantiasa menjamu tamu, menolong yang membutuhkan, dan memberi makanan, apakah yang demikian itu bermanfaat bag...

Para Pendeta dan Rahib

Adi bin Hatim Ra. berkata, Ya Rasulullah, Orang Yahudi dan Nasrani tidak menyembah para pendeta dan rahib mereka. Beliau menjawab, "Tidak, akan tetapi para pendeta dan rahibnya menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal, lalu mereka pun mengikutinya. Yang demikian itulah penyembahan mereka terhadap para pendeta dan rahib mereka." (HR Tarmizi).

Jadilah Wanita yang Berpemahaman Rabbani

Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas Ra., ia berkata, "Ketika para pendeta Yahudi dan Nasrani dari penduduk Najran berkumpul di tempat Rasulullah Saw. , mereka diajak masuk Islam. Abu Rafi' Al-Qurazi berkata, "Wahai Muhammad, apakah engkau menginginkan kami menyembahmu sebagaimana orang-orang Nasrani itu menyembah Isa bin Maryam?' Lalu seseorang dari penduduk Najran yang menganut agama Nasrani, yang bernama Ar-Ra'is berkata, "Wahai Muhammad, Apakah itu yang engkau kehendaki dari kami, dan apakah untuk itu pula engkau menyeru kami?" Rasulullah Saw. menjawab, "Aku berlindung kepada Allah dari menyembah selain-Nya atau menyuruh menyembah selain-Nya. Bukan untuk itu Allah mengutusku dan bukan itu pula yang Dia perintahkan kepadaku." Karena ucapan mereka inilah ayat ini turun. Hasan Al-Basri berkata, "Tidak pantas bagi seorang mukmin menyuruh manusia menyembah dirinya. Yang demikian itu karena ada suatu kaum yang sebagian mereka meny...

Seandainya Ia Melakukannya, Niscaya Malaikat akan Membinasakannya

Ibnu Abbas Ra., berkata, "Abu Jahal berkata, 'Jika aku melihat Muhammad salat di Ka'bah, aku akan mendatanginya dan menginjak lehernya.' Ibnu Abbas berkata, 'Seandainya ia melakukannya, niscaya Malaikat akan membinasakannya. Dan seandainya kaum Yahudi mengharap kematian, niscaya mereka akan mati dan melihat tempat tinggalnya di neraka. Dan seandainya orang-orang yang ber- mubahalah  dengan Rasulullah Saw. tetap meneruskan niatnya, niscaya mereka pulang dengan tidak mendapatkan lagi harta dengan keluarga mereka." (HR Ahmad).

Belajar Baca Al Quran dan Bahasa Arab Angkatan 31, 32

   Assalamualaikum wr wb   Pembaca  yang dirahmati Allah,    Ayo Belajar Baca Al Quran dan Bahasa Arab secara Intensif via livestream di MyQuran EDU   "Barang siapa menelusuri jalan untuk mencari ilmu padanya, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."  ~ HR. Muslim ~   Saat ini kami masih membuka kelas baru MyQuran Edu yang tentunya akan sangat bermanfaat dalam mempelajari ilmu Islam. Segera daftarkan diri anda Sekarang !! Nama Kelas :  Membaca Al Quran - Akhwat - Angkatan 32 Nama Ustad :  Rizki Azalia, Lc. Periode Pendaftaran :  06 September 2021 - 09 October 2021 Periode Belajar :  11 October 2021 - 11 December 2021 Klik link ini untuk mendaftar :  https://twali.id/ meduquranakhwat32 Jika link tidak dapat diklik, coba copy paste ke browser anda Nama Kelas :  Bahasa Arab Dasar - Angkatan 31 Nama Ustad :  Novan Hariansyah, Lc. Periode Pendaftaran :  13 September 2021 - 16 October 2021 Peri...

Wanita dan Anak-Anak Diikutsertakan Mubahalah

Mubahalah berarti saling melaknat satu dengan lainnya. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahwa Al-'Aqib dan As-Sayid mengunjungi Rasulullah Saw. Kemudian beliau berkeinginan untuk mengadakan mubahalah dengan mereka. Salah seorang di antara mereka berkata kepada kaumnya, "Janganlah kamu ber- mubahalah dengannya. Demi Allah, apabila ia betul-betul seorang Nabi, lalu ber- mubahalah dengan kita, niscaya kita tidak akan bahagia selamanya, dan tidak akan ada generasi yang akan melanjutkan keturunan kita." Mereka berkata, "Kami akan memberikan apa yang engkau minta sebab itu utuslah kepada kami seorang laki-laki yang terpercaya." Kemudian Nabi Saw. bersabda, "Berdirilah, hai Abu Ubaidah bin Jarrah." Setelah ia berdiri, Nabi pun bersabda, "Inilah orang yang terpercaya di kalangan umat ini." Abu Bakar bin Mardawaih meriwayatkan dari Jabir Ra., ia berkata, "Al-Aqib dan At-Tayyib datang kepada Nabi Saw. Lalu beliau mengajak keduanya untuk s...

Doa Zakaria Memohon Keturunan

Nabi Zakaria As. adalah ayah dari Nabi Yahya As. Putera tunggalnya yang lahir setelah ia mencapai usia sembilan puluh tahun. Zakaria mendambakan mendapat anak yang akan menjadi pewarisnya. Siang dan malam tiada henti-hentinya ia memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah agar dikaruniai seorang putra yang akan meneruskan tugasnya memimpin bani Israil. Ia khawatir bahwa jika ia mati tanpa meninggalkan keturunan, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemunkaran dan kemaksiatan dan bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka. Sehari-hari, Nabi Zakaria As. melakukan tugas rutin pergi ke mihrab besar bersembahyang dan menjenguk Maryam anak iparnya yang diserahkan kepada pengurus mihrab oleh ibunya sesuai dengan nazarnya sewaktu ia masih dalam kandungan. Zakaria As. yang sudah lanjut usia, keadaannya sudah beruban dan istrinya divonis mandul, Zakaria As. ...

Fitnah yang Lebih Berbahaya

Dari Usamah bin Zaid Ra., Rasulullah Saw., bersabda, "Aku tidak meninggalkan suatu fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki, selain wanita." (HR Muslim).

Wanita Sebagai Ujian Kesenangan

Berbagai ragam kenikmatan Allah ciptakan untuk manusia dalam menjalani kehidupan di dunia, di antaranya wanita, anak-anak, dan harta. Jika keinginan terhadap wanita itu dimaksudkan menjaga kesucian dan memperoleh keturunan, hal itu sangat dianjurkan, sebagaimana beberapa hadis tentang pernikahan. Rasulullah Saw. bersabda, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita salihah. Jika suaminya memandangnya, dia (istri) menyenangkannya. Jika suami memerintahnya, dia menaatinya. Dan jika suaminya tidak berada di sisinya, dia senantiasa menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya." (HR Muslim, An-Nasa'i dan Ibnu Majah). Dalam hadis lain, "Dijadikan indah bagiku dua hal, wanita dan wangi-wangian. Dan dijadikan kesejukan mata hatiku di dalam salat." (HR An-Nasa'i dan Al-Hakim). Anak merupakan kebanggaan dan perhiasan. Tetapi, jika kecintaan pada anak ditujukan untuk memperbanyak keturunan dan memperbanyak jumlah umat yang beribadah kepada All...

Sesungguhnya Dunia Itu Manis dan Lezat

Dari Abu Said Al-Khudri Ra., Nabi Saw.   bersabda, "Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat, dan sesungguhnya Allah menitipkannya kepadamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israil disebabkan oleh wanita." (HR Muslim).

Penciptaan Manusia dalam Rahim Ibu

Ayat ini menggambarkan bahwa Allah Swt. mengetahui apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak ada yang tersembunyi sedikit pun dari-Nya. Dari Abdullah bin Mas'ud Ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya kalian dikumpulkan dalam rahim ibu kalian selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah. Kemudian menjadi segumpal daging, kemudian diutus kepadanya malaikat yang diperintahkan empat hal, yaitu menetapkan rezekinya; ajalnya; dan amalnya, apakah sengsara atau bahagia? Demi Allah, yang tiada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang bekerja mengerjakan amalan penghuni surga sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta, lalu takdir Allah mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amalan penghuni neraka, dan dia pun masuk neraka. Dan di antara kalian ada yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya sehasta, lalu takdir mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amalan penghuni surga, dan dia pun masuk surga....

Azab Menyembunyikan Sebuah Ilmu

Dari Abu Hurairah Ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Barang siapa ditanya tentang sebuah ilmu lalu ia menyembunyikannya, niscaya Allah akan mengikat mulutnya dengan tali kekang dari api neraka pada hari Kiamat." (HR Abu Dawud, Tirmizi, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Hibban, Ath-Thayalisi, ibnu Abi Syaibah, Al-Baghawi dan Hakim).

Kesaksian Wanita dalam Utang Piutang

Ayat ini merupakan tuntunan Allah Swt. kepada para hamba-Nya yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan. Ibnu Abbas Ra. mengatakan bahwa ayat tersebut diturunkan berkenaan dengan utang piutang yang terjamin, jelas masanya, dan telah dihalalkan oleh Allah Swt. Beliau juga mengatakan, ketika Rasulullah Saw. sampai di Kota Madinah, ada orang yang biasa meminjamkan buah untuk setahun, dua tahum, atau tiga tahun. Lalu Rasulullah Saw. bersabda, "Barangsiapa meminjamkan, maka dia harus meminjamkan dengan takaran tertentu, timbangan tertentu, dan masa tertentu." (HR Bukhari Muslim). Pada akhir ayat di atas disebutkan, (...hendaklah kamu menuliskannya...)  Ibnu Kasir memahami perintah menulis di sini hanya merupakan petunjuk ke jalan yang baik dan terjamin keselamatannya yang diharapkan, bukan perintah wajib. Ibnu Juraij berkata, "Pada mulanya perintah menulis itu wajib, kemudian kewajiban itu di- nasakh (dihapus) dengan QS Al-Baqarah, 2:283 yang artinya, (...jika kamu dalam p...

Bernazar untuk Menaati Allah

Dari 'Aisyah Ra., Nabi Saw. bersabda, "Barangsiapa yang bernazar untuk menaati Allah, penuhilah nazar tersebut. Barangsiapa yang bernazar untuk bermaksiat kepada Allah, janganlah memenuhi nazarna." (HR Bukhari).

Islam telah Mensyariatkan Nazar, Hukumnya Tidak Disunnahkan

Dari Aisyah Ra., ia berkata, "Walaupun Islam telah mensyariatkan nazar, hukumnya tidak disunnahkan." (HR Bukhari Muslim).

Wanita yang Bernazar

Nazar adalah mewajibkan kepada diri sendiri dengan menggunakan lafaz yang menunjukkan hal itu. Contohnya dengan perkataan, "Karena Allah telah menetapkan sesuatu pada diriku, aku wajib bersedekah sebesar ini." Atau "Jika Allah menyembuhkan penyakitku, aku akan berpuasa selama tiga hari." Nazar bisa dikatakan sah jika dilakukan oleh orang yang telah balig, berakal, dan mampu memilih (tidak ada paksaan) meskipun mereka tidak beragama Islam. Barang siapa bernazar untuk melakukan kemaksiatan kepada Allah, janganlah melakukannya. Dari Ibnu Umar Ra., sesungguhnya Nabi Saw. melarang bernazar dengan sabdanya, "Sesungguhnya nazar itu tidak mendatangkan suatu kebaikan dan hanya dilakukan oleh orang yang bakhil." (HR Bukhari Muslim). Dari Abu Hurairah Ra., beliau berkata, Nabi Saw. bersabda, "Sesungguhnya nazar tidaklah membuat seseorang dekat dengan apa yang tidak Allah takdirkan. Hasil nazar itulah yang Allah takdirkan. Nazar hanya dilakukan oleh orang yang ba...

Wanita Hendaknya Tidak Riya dalam Berinfak

Abu Zar Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Ada tiga golongan orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah di hari Kiamat, bahkan Allah tidak akan melihat dengan rahmat-Nya pada mereka, mereka tidak dibersihkan dan mereka mendapat siksa yang sangat pedih, yakni orang yang selalu mengungkit-ungkit pemberiannya; orang yang menurunkan kain di bawah mata kaki; dan orang yang menjual dagangannya dengan sumpah palsu." (HR Muslim). Sebagaimana batalnya amal orang yang berniat riya, demikian pula sedekah orang yang mengungkit-ngungkit sedekahnya atau menghina orang yang disedekahi. Orang yang riya ingin dikenal sebagai dermawan atau senang dengan sanjungan orang lain, bukan untuk mencari keridaan Allah, maka amalannya sia-sia. Karena itu, Allah mengingatkan dengan ayat ini dan memberikan perumpamaan bagi orang bersedekah dengan riya, mengungkit-ungkit sedekahnya, atau menghina orang yang disedekahi ibarat batu marmer yang halus, di atasnya ada tanah. Tiba-tiba ada hujan le...

Tidak Akan Masuk Surga Orang yang Selalu Minum Khamr

Ibnu Abbas Ra. mengatakan bahwa tidak akan masuk surga orang yang selalu minum khamr, orang yang durhaka terhadap ibu bapaknya, dan orang yang selalu mengungkit-ungkit pemberiannya." (HR Nasa'i).

Tiga Golongan Orang yang Tidak Akan dilihat Allah dengan Pandangan Rahmat-Nya

Ibnu Umar Ra. berkata bahwa Rasulullah Saw. bersabda, "Ada tiga golongan orang yang tidak akan dilihat Allah dengan pandangan rahmat-Nya di hari Kiamat, Pertama, orang yang durhaka kepada ibu bapaknya. Kedua, peminum khamr. Ketiga, orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya." (HR Ibnu Mardawaih, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan An-Nasa'i).