Skip to main content

Doa Zakaria Memohon Keturunan

Qur'an Kemenag - Doa Zakaria Memohon Keturunan

Nabi Zakaria As. adalah ayah dari Nabi Yahya As. Putera tunggalnya yang lahir setelah ia mencapai usia sembilan puluh tahun. Zakaria mendambakan mendapat anak yang akan menjadi pewarisnya. Siang dan malam tiada henti-hentinya ia memanjatkan doa dan permohonan kepada Allah agar dikaruniai seorang putra yang akan meneruskan tugasnya memimpin bani Israil. Ia khawatir bahwa jika ia mati tanpa meninggalkan keturunan, kaumnya akan kehilangan pemimpin dan akan kembali kepada cara-cara hidup mereka yang penuh dengan kemunkaran dan kemaksiatan dan bahkan mungkin mereka akan mengubah syariat Musa dengan menambah atau mengurangi isi kitab Taurat sekehendak hati mereka.

Sehari-hari, Nabi Zakaria As. melakukan tugas rutin pergi ke mihrab besar bersembahyang dan menjenguk Maryam anak iparnya yang diserahkan kepada pengurus mihrab oleh ibunya sesuai dengan nazarnya sewaktu ia masih dalam kandungan.

Zakaria As. yang sudah lanjut usia, keadaannya sudah beruban dan istrinya divonis mandul, Zakaria As. berdoa, "Ya Allah, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." Allah pun mengabulkan doa Zakaria As. dengan mengutus malaikat yang berbicara langsung dengannya di Mihrab ketika beliau salat. Malaikat itu membawa kabar gembira bahwa Zakaria akan dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Yahya dari tulang sulbinya.

Abu Qatadah berkata, dinamai Yahya karena Allah menghidupkannya dengan keimanan Zakaria.

Diriwayatkan dari Aufi dan yang lainnya dari Ibnu Abbas, Hasan dan Qatadah, Ikrimah, Mujahid, dan yang lainnya, bahwa Yahya ialah orang yang pertama kali mengimani Isa bin Maryam. Yahya As. menjadi panutan dalam hal ilmu dan ibadah, penyantun dan penuh ketakwaan, serta terpelihara dari perbuatan dosa. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'anil 'Azim, Jilid 1, 1996: 369).

Comments