Skip to main content

Penciptaan Manusia dalam Rahim Ibu

Qur'an Kemenag - Penciptaan Manusia dalam Rahim Ibu

Ayat ini menggambarkan bahwa Allah Swt. mengetahui apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Tidak ada yang tersembunyi sedikit pun dari-Nya.

Dari Abdullah bin Mas'ud Ra., Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya kalian dikumpulkan dalam rahim ibu kalian selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal darah. Kemudian menjadi segumpal daging, kemudian diutus kepadanya malaikat yang diperintahkan empat hal, yaitu menetapkan rezekinya; ajalnya; dan amalnya, apakah sengsara atau bahagia? Demi Allah, yang tiada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang bekerja mengerjakan amalan penghuni surga sehingga jarak antara dia dengan surga hanya sehasta, lalu takdir Allah mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amalan penghuni neraka, dan dia pun masuk neraka. Dan di antara kalian ada yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga jarak antara dia dan neraka hanya sehasta, lalu takdir mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amalan penghuni surga, dan dia pun masuk surga." (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmizi).

Sunnah nabib telah menjelaskan dengan detail tentang perkembangan janin manusia dalam rahim seorang ibu. Hal ini dibenarkan oleh ilmu biologi modern bahwa pembentukan embrio terjadi dalam tiga tahap yang berbeda dalam rahim ibu.

Tahap pertama adalah tahap pra-embrionik. Pada tahap ini, zigot yang berasal dari sperma ibu dan bapak tumbuh membesar melalui pembelahan sel yang kemudian membenamkan diri dalam rahim ibu. Dalam bahasa Al-Qur'an disebut sebagai sulalah min main mahin (yakni nutfah). (QS Al-Mu'minun, 23: 12). Tahap kedua berlangsung selama lima setengah pekan. Pada masa ini bayi disebut sebagai embrio, di mana organ tubuh bayi mulai terbentuk. Embrio ini diawali dengan 'alaqah (segumpal darah), mudgah (segumpal daging), izam (tulang), dan lahman (daging). (QS Al-Mu'minun, 23: 14). Tahap ketiga adalah fase nasya'ah (pertumbuhan) atau fase fetus, di mana janin sudah berbentuk manusia dengan wajah, tangan, dan kaki. Tahap ini berlangsung selama tiga puluh pekan sampai kelahiran.

Demikianlah Al-Qur'an menjelaskan informasi yang demikian rinci dan akurat. Hal ini membuktikan bahwa Al-Qur'an bukanlah ucapan manusia, melainkan firman Allah Swt. (Abdul Majid Az-Zindani, 'Ilmul Ajinnah Fi Dauil Qur'an wa Sunnah, 1987: 56).

Comments