Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2021

Hak Allah yang Diwajibkan Kepada Para hamba-Nya

Muaz bin Jabal Ra. ditanya oleh Nabi Saw., "Tahukah engkau apa yang menjadi hak Allah yang diwajibkan kepada para hamba-Nya?" Muaz menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui" Nabi Saw.  bersabda, "Supaya manusia menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun." (HR Bukhari Muslim).

Seruan agar Wanita Menyembah Allah

Inilah seruan kepada seluruh manusia, baik laki-laki maupun perempuan, agar menyembah Allah Swt. yang telah menciptakan dan menuntut mereka untuk memurnikan ibadah hanya kepada-Nya. Ibnu Mas'ud Ra. bertanya kepada Rasulullah Saw., "Hai Rasulullah, apa dosa terbesar di sisi Allah?" Rasulullah Saw. menjawab, "Engkau menyekutukan Allah, padahal Allah yang telah menciptakanmu." (HR Bukhari Muslim). Al-Harits Al-Asy'ari Ra. berkata, Nabi Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh Yahya bin Zakaria As. supaya mengerjakan lima perkara dan menyuruh Bani Israil untuk melaksanakannya, tetapi ia lambat menyampaikan hal tersebut kepada Bani Israil, sehingga ia ditegur oleh Isa As., "Sungguh Allah telah menyuruhmu melaksanakan lima perkara dan menyuruh Bani Israil supaya melaksanakannya. Jika engkau tidak dapat menyampaikannya, maka akulah yang akan menyampaikannya." Yahya menjawab, "Hai saudaraku, aku khawatir jika engkau yang menyampaikannya,...

Manusia yang Menginginkan Ilmu

Abdullah bin Mas'ud Ra. berkata, Rasulullah Saw bersabda, "Barangsiapa menginginkan ilmu, hendaklah ia menyelami makna-makna Al-Qur'an. Sesungguhnya didalamnya terdapat ilmu-ilmu bagi umat manusia." (HR At-Tabrani).

Al-Qur'an Menjadi Petunjuk bagi Wanita Bertakwa

Al-Qur'an ini merupakan petunjuk bagi orang yang bertakwa, tidak terkecuali bagi wanita. Orang yang ingin mendapat petunjuk dari Al-Qur'an harus berinteraksi dengannya dengan hati yang sehat, jernih, takut, waspada, dan hati-hati. Pada saat itulah Al-Qur'an akan membukakan berbagai rahasia dan cahayanya pada hati orang yang bertakwa. Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatab Ra. bertanya kepada Ubay bin Ka'ab tentang takwa. Ubay balik bertanya kepada Umar, "Apakah engkau pernah menempuh jalan berduri?" Umar menjawab, "Pernah" Ubay kembali bertanya, "Apa yang engkau lakukan?" Umar menjawab, "Aku berusaha keras dan bersungguh-sungguh" Ubay bin Ka'ab berkata, "Itulah takwa." (HR Al-Baihaqi). Itulah hakikat takwa, yakni kepekaan hati nurani, kebeningan perasaan, rasa takut yang terus menerus, bersikap hati-hati, dan waspada terhadap duri-duri jalan. Dalam menjalani kehidupan ini, banyak sekali tarikan duri-duri nafsu dan syahwa...