Skip to main content

Wanita Sebagai Ujian Kesenangan

Qur'an Kemenag - Wanita Sebagai Ujian Kesenangan

Berbagai ragam kenikmatan Allah ciptakan untuk manusia dalam menjalani kehidupan di dunia, di antaranya wanita, anak-anak, dan harta.

Jika keinginan terhadap wanita itu dimaksudkan menjaga kesucian dan memperoleh keturunan, hal itu sangat dianjurkan, sebagaimana beberapa hadis tentang pernikahan. Rasulullah Saw. bersabda, "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita salihah. Jika suaminya memandangnya, dia (istri) menyenangkannya. Jika suami memerintahnya, dia menaatinya. Dan jika suaminya tidak berada di sisinya, dia senantiasa menjaga dirinya dan menjaga harta suaminya." (HR Muslim, An-Nasa'i dan Ibnu Majah).

Dalam hadis lain, "Dijadikan indah bagiku dua hal, wanita dan wangi-wangian. Dan dijadikan kesejukan mata hatiku di dalam salat." (HR An-Nasa'i dan Al-Hakim).

Anak merupakan kebanggaan dan perhiasan. Tetapi, jika kecintaan pada anak ditujukan untuk memperbanyak keturunan dan memperbanyak jumlah umat yang beribadah kepada Allah Swt. semata, hal ini sangat terpuji. Rasulullah Saw. bersabda, "Kawinilah wanita yang (memiliki sifat) penyayang dan yang melahirkan banyak keturunan karena aku akan bangga dengan jumlah kalian yang banyak sebagai umat terbanyak pada hari Kiamat kelak." (HR Hakim).

Demikian pula dengan harta benda. Terkadang, dimaksudkan untuk berbangga-bangga kepadda orang-orang lemah dan menindas orang-orang fakir. Hal seperti ini merupakan perbuatan tercela. Akan tetapi, jika digunakan untuk memberikan nafkah kepada kaum kerabat, mempererat silaturahim, dan berbuat baik dan taat, hal ini merupakan perbuatan terpuji.

Para mufasir berbeda pendapat terkait dengan ukuran qintar dalam harta. Akan tetapi, menurut kebanyakan ulama, qintar adalah harta yang banyak, sebagaimana dikatakan Ad-Dahhak dan yang lainnya. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'anil 'Azim, Jilid 1, 1996: 359).

Comments