Skip to main content

Wanita yang Berserah Diri dan Beramal Saleh

Qur'an Kemenag - Wanita yang Berserah Diri dan Beramal Saleh

Allah menegaskan bahwa angapan Ahli Kitab itu hanya angan-angan yang timbul dari khayalan mereka. Angan-angan mereka adalah mereka terhindar dari siksa dan anggapan mereka adalah bahwa yang bukan dari golongna mereka akan terjerumus ke dalam siksa dan tidak memperoleh nikmat sedikit pun.

Anggapan masing-masing golongan dari Ahli Kitab itu tidak benar, karena surga tidak hanya dimonopoli oleh suatu bangsa atau suatu golongan, tetapi akan didapat oleh siapa saja yang berusaha mendapatkannya dengan ketentuan harus beriman dan beramal saleh.

Untuk menegaskan hal itu, Allah menyatakan bahwa barangsiapa beriman kepada-Nya dan membuktikan keimanannya itu dengan amal yang ikhlas, maka dia akan memperoleh pahala. Allah tidak akan menyia-nyiakan amal baik seorang hamba. Ayat ini juga menunjukkan bahwa iman yang tidak direalisasikan dalam bentuk amal saleh, tidak menjamin tercapainya kebahagiaan seseorang. Dalam Al-Qur'an banyak didapati kata-kata iman senantiasa diiringi dengan amal saleh.

Allah berfirman, (Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun.) (QS An-Nisa', 4: 124).

Dan firman-Nya, (Barangsiapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman, maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan) ...) (QS Al-Anbiya', 21: 94).

Apabila mereka telah berserah diri kepada Allah dan beramal saleh, maka mereka tidak perlu khawatir dan bersedih. Di antara tabiat orang-orang mukmin ialah apabila mereka ditimpa sesuatu yang tidak menyenangkan, mereka akan menyelidiki sebab-sebab terjadinya dan berusaha keras untuk mengatasinya. Kalau masih juga belum teratasi, mereka menyerahkan persoalan itu kepada kekuasaan Allah. Niat mereka sedikit pun tidak melemah dan hati mereka pun menyadari bahwa untuk mengatasi semua kesulitan itu, dia menyerahkan diri kepada kekuatan yang hakiki, aitu Allah.

Simpulan dari ayat ini adalah surga dan kehidupan bahagia itu bukan monopoli suatu bangsa atau golongan, tetapi hak bagi setiap orang yang beriman dan beramal saleh. (Departemen Agama RI, Al-Quranulkarim wa Tafsiruhu, Jilid 5, 2009: 176-178).

Comments