Skip to main content

Wanita Hendaknya Tidak Berbuat Dengki

Qur'an Kemenag - Wanita Hendaknya Tidak Berbuat Dengki

Sifat dengki itu merupakan sifat tercela dan sebenarnya menyakiti dan menyiksa pelakunya sebelum ia menyakiti orang lain. Maka sepantasnya seorang mukmin dan mukminah berhati-hati dari sifat dengki, dengan memohon ampun dan pertolongan dari Allah Swt.

Sehubungan dengan ayat ini Mujahid mengatakan bahwa orang-orang Yahudi menjual perkara yang haq dengan perkara yang batil, yaitu menyembunyikan apa yang disampaikan Nabi Muhammad Saw., dan mereka tidak mau menjelaskannya.

As-Saudi mengatakan sehubungan dengan makna ayat ini, bahwa mereka menjual diri mereka dengan keburukan. Dengan kata lain alangkah buruknya apa yang mereka pertukarkan, untuk diri mereka sendiri, dan mereka rela mempertukarkan yang buruk itu. Mereka mengingkari apa yang diturunkan Allah (Al-Qur'an) kepada nabi Muhammad Saw. Sesungguhnya yang mendorong mereka berbuat demikian hanyalah rasa dengki dan kebencian serta kezaliman mereka sendiri. Tiada kedengkian yang lebih besar daripada kedengkian seperti ini.

Ibnu Ishak meriwayatkan dari Muhammad, dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, yakni yang menjadi penyebab  mereka berbuat hasad adalah karena Allah telah menjadikan Nabi bukan dari kalangan mereka (Bani Israil) sendiri.

Abu 'Aliyah mengatakan bahwa murka Allah terhadap Bani Israil karena kekufuran (keingkaran) mereka kepada kitab Injil dan Nabi Isa As. Juga karena keingkaran kepada Nabi Muhammad Saw. dan Al-Qur'an. Juga dikatakan oleh Ibnu Abbas bahwa penyebab kekufuran mereka adalah rasa dengki, iri hati yang bersumber dari rasa takabur mereka. Maka sebagian balasannya adalah mereka mengalami kehinaan dan kerendahan di dunia dan di akhirat. (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'anil 'Azim, Jilid 1, 1996: 129-130).

Comments