Skip to main content

Sihir untuk Memisahkan Suami Istri

Qur'an Kemenag - Sihir untuk Memisahkan Suami Istri

Al-Qur'an membantah tuduhan bahwa Nabi Sulaiman As. adalah tukang sihir, sekaligus membantah cerita palsu orang-orang Yahudi tentang penurunan sihir kepada dua malaikat tersebut. Al-Qur'an menjelaskan hakikat sebenarnya, yaitu bahwa keberadaan dua malaikat merupakan ujian bagi manusia untuk suatu hikmah yang tidak diketahui.

Penyebab yang memisahkan sepasang suami istri adalah imajinasi yang diampaikan oleh setan kepada salah seorang dari suami atau istri sehingga ia memandang teman hidupnya itu seakan-akan berpenampilan buruk dan berbudi pekerti buruk. Dia seakan-akan ruwet atau marah jika memandangnya atau hal lain yang menyebabkan perpisahan (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'anil 'Azim, Jilid 1, 1996: 788).

Rasulullah Saw. bersabda, "Jauhilah oleh kalian tujuh hal yang merusak (As-sab'u Al-Muqibat)!" Para sahabat bertanya, "Apakah gerangan ketujuh hal yang merusak tersebut, wahai Rasulullah?" Beliauu menjawab, "Yakni menyekutukan Allah, sihir, membunuh nyawa yang diharamkan Allah kecuali secara haq, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lri saat pertempuran (membela agama Allah) tengah berkecamuk, dan menuduh berzina gadis-gadis mukminah." (HR Bukhari Muslim).

Di antara yang paling rawan terkena sihir adalah wanita, baik ia sebagai pesihir maupun ia yang pergi ke tukang sihir dan mempercayainya. Semakin kuat sihirnya, dia akan semakin kafir, dan setan pun akan semakin loyal kepadanya dan akan melakukan setiap apa yang diperintahkan kepadanya. Bajjalah berkata, "Semasa Umar bin Khatab, kami telah diperintahkan untuk membunuh pesihir laki-laki dan perempuan."

Barangsiapa mendatangi dan memercayai tukang sihir, maka dia telah kafir, dan barangsiapa mendatanginya namun tidak memercayainya, maka salatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari. (Dr. Mustafa Murad. Nisa Ahlun Nar, 2010: 31)

Comments