Inilah seruan kepada seluruh manusia, baik laki-laki maupun perempuan, agar menyembah Allah Swt. yang telah menciptakan dan menuntut mereka untuk memurnikan ibadah hanya kepada-Nya.
Ibnu Mas'ud Ra. bertanya kepada Rasulullah Saw., "Hai Rasulullah, apa dosa terbesar di sisi Allah?" Rasulullah Saw. menjawab, "Engkau menyekutukan Allah, padahal Allah yang telah menciptakanmu." (HR Bukhari Muslim).
Al-Harits Al-Asy'ari Ra. berkata, Nabi Saw. bersabda, "Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh Yahya bin Zakaria As. supaya mengerjakan lima perkara dan menyuruh Bani Israil untuk melaksanakannya, tetapi ia lambat menyampaikan hal tersebut kepada Bani Israil, sehingga ia ditegur oleh Isa As., "Sungguh Allah telah menyuruhmu melaksanakan lima perkara dan menyuruh Bani Israil supaya melaksanakannya. Jika engkau tidak dapat menyampaikannya, maka akulah yang akan menyampaikannya." Yahya menjawab, "Hai saudaraku, aku khawatir jika engkau yang menyampaikannya, maka aku akan disiksa dan dibinasakan-Nya." Lalu Yahya segera mengumpulkan Bani Israil di Baitul Maqdis hingga memenuhi ruangan masjid. Kemudian dia duduk di atas mimbar seraya berkata, "Allah telah menyuruhku melaksanakan lima perkara: Pertama, hendaklah kalian menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Kedua, Dia menyuruh kalian mengerjakan Salat. Ketiga, Dia menyuruh kalian berpuasa. Keempat, Dia menyuruh kalian bersedekah. Dan kelima, Dia menyuruh kalian berzikir." Rasul Saw. bersabda, "Dan Aku menyuruh kamu melaksanakan lima perkara yang diperintahkan Allah kepadaku, yakni bersatu (berjamaah), mendengar dan menaati pemimpin, berhijah dan berjihad di jalan Allah. Sesungguhnya barangsiapa yang keluar dari Jama'atul Muslimin walau sejengkal saja, berarti dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya. Dan barangsiapa yang mengajak kembali kepada cara jahiliyah, maka ia termasuk penghuni Jahannam." Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, walaupun dia salat dan puasa?" Nabi Saw. menjawab, "Walaupun dia salat, puasa dan mengaku muslim. Maka sebutlah kaum muslimin itu dengan yang telah ditentukan Allah Swt., yaitu Al-Muslimin dan 'Ibadullah." (HR Ahmad). (Ibnu Katsir, Tafsir Al-Qur'anil 'Azim, Jilid 1, 1996: 60-61).

Comments
Post a Comment